Tampilkan postingan dengan label Semester 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 2. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2016

Esai: Sutardji Calzoum Bachri, Presiden Penyair Indonesia yang Takkan Tergantikan

“Sebetulnya bukan Presiden Penyair, tapi Presiden Puisi, bukan Penyair. Penyair itu manusia, kan? Ini puisi. Aku menganggap bukuku bagus-bagus, jadi top seperti Presiden lah top. Karena dulu top, maka Presiden Puisi. Tapi wartawan salah dengar atau apa, jadi Presiden Penyair,” jelas Sutardji Calzoum Bachri saat ditanya perihal julukan Presiden Penyair Indonesia yang disematkan padanya dalam suatu wawancara.

Selain Presiden Penyair, Tardji, begitu sapaan akrabnya, juga dikenal dengan julukan Penyair Bir karena dulu, ia selalu mabuk sebelum tampil membaca puisi. Namun, setelah ia pergi beribadah haji, ia tidak pernah lagi minum bir karena dilarang dalam agama.

Rangkuman: Keanekaragaman Sastra Nusantara: Sastra Melayu Lama


Berbicara tentang sastra, pasti banyak yang bertanya mengenai asal-usul sastra, khususnya di Indonesia. Jika membahas tentang sastra di Indonesia, tak akan lepas dari periodisasi sastra, termasuk Sastra Melayu Lama.
1.      Asal-usul Sastra Melayu Lama terbagi atas tiga versi, yakni:
·         Versi 1
Sastra Melayu Lama adalah sastra yang berbentuk lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra Melayu Lama masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam pada abad ke-13.
Catatan tertulis pertama dalam bahasa Melayu Kuno berasal dari abad ke-7 Masehi, dan tercantum pada beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya di bagian selatan Sumatera dan wangsa Syailendra di beberapa tempat di Jawa Tengah. Tulisan ini menggunakan aksara Pallawa. Selanjutnya, bukti-bukti tertulis bermunculan di berbagai tempat, meskipun dokumen terbanyak kebanyakan mulai berasal dari abad ke-18.

Makalah: Analisis Puisi '12 Mei 1998' Karya Taufiq Ismail

ANALISIS PUISI ’12 MEI, 1998’ KARYA TAUFIQ ISMAIL
(STRUKTURAL GENETIK)

Zahra Salsabila
2125140269
1 SI 1

Mata Kuliah: KajianPuisi
Dosen Pengampu: Dra. Sri Suhita

Program Studi Sastra Indonesia
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Jakarta
2015

Makalah: Suntingan Teks Filologi

SUNTINGAN TEKS ‘HIKMAT-HIKMAT ILMU’
HALAMAN 1-5
Zahra Salsabila
2125140269
1 SI 1

Mata Kuliah: Filologi
Dosen Pengampu: Gres Grasia Azmin, M. Si.

Program Studi Sastra Indonesia
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Jakarta
2015

Makalah: Kodikologi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Ilmu filologi berhubungan erat dengan bahasa, sastra, dan budaya. Filologi menelaah bahasa, sastra, dan budaya itu dengan bersumber pada naskah-naskah kuno.
Dalam ilmu filologi, kita akan menemukan sebuah ilmu yang bernama kodikologi. Kodikologi sendiri bukanlah sebuah ilmu yang baru. Jika filologi mengkhususkan pada pemahaman isi teks atau kandungan teks, kodikologi khusus membahas seluk-beluk dan segala aspek sejarah naskah. Dari bahan naskah, tempat penulisan, perkiraan penulis naskah, jenis dan asal kertas, bentuk dan asal cap kertas, jenis tulisan, gambar atau ilustrasi, hiasan atau iluminasi, dan lain-lain. Tugas kodikologi selanjutnya adalah mengetahui sejarah naskah, sejarah koleksi naskah, meneliti tempat-tempat naskah sebenarnya, menyusun daftar katalog naskah, menyusuri perdagangan naskah, sampai pada penggunaan naskah-naskah itu.
Dewasa ini, banyak di antara kita yang tidak mengetahui bagaimana sejarah naskah-naskah kuno bangsa Indonesia. Padahal, dari naskah-naskah kuno itu dapat diketahui pula perkembangan bahasa, sastra, budaya, moral, dan intelektual suatu bangsa.