“Sebetulnya
bukan Presiden Penyair, tapi Presiden Puisi, bukan Penyair. Penyair itu
manusia, kan? Ini puisi. Aku menganggap bukuku bagus-bagus, jadi top seperti
Presiden lah top. Karena dulu top, maka Presiden Puisi. Tapi wartawan salah
dengar atau apa, jadi Presiden Penyair,” jelas Sutardji Calzoum Bachri saat
ditanya perihal julukan Presiden Penyair Indonesia yang disematkan padanya
dalam suatu wawancara.
Selain
Presiden Penyair, Tardji, begitu sapaan akrabnya, juga dikenal dengan julukan
Penyair Bir karena dulu, ia selalu mabuk sebelum tampil membaca puisi. Namun,
setelah ia pergi beribadah haji, ia tidak pernah lagi minum bir karena dilarang
dalam agama.
